Badannya kekar, coklat dan sehabis apel pagi tubuhnya akan mengkilat berkeringat.Kekurangannya hanya satu… bau.Aku sudah mulai menjalin komunikasi dengannya. Bokep Ojol Si Rio mengambil posisi di tengah. Sore sudah berlalu dan keadaan cukup gelap di tempat itu. Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh. Mereka melihat ke aku lalu kembali asyik dengan obrolan mereka dengan cueknya.Aku melihat ruang sebelah lagi. tidak apa-apa Tot… nanti kamu juga boleh pegang punyaku. Sesudah mengemasi semua mereka berpamitan sekali lagi.




















