Beberapa saat kemudian, aku mandi dengannya di shower sambil bercanda dan tertawa, dan malam harinya, babak kedua terus berlanjut karena dia menyusul ke kamar tidurku. Aku lihat dia memejamkan mata sabil mendesis keras disertai dengan kata-kata berbahasa Inggris yang aku tidak mengerti artinya. Bokeb Oohh.. “Kamu malampanjang yaa..?” sapa dia sambil melempar senyum, membuat otakku tidak karuan menjawabnya. Aku balas kecupan bibirnya dengan lembut, berpanggut dan terus berpanggut. ee.. clep.. Kami bertiga ngobrol seperti sudah kenal lama saja, padahal kami beru bertemu.Malam hari tiba dan aku dipaksa untuk menginap dan tinggal disana, aku sih baik-baik saja, lagian disuguhi dengan kulit-kulit mulus setiap saat. Dia banyak menceritakan tentang situasi kota Semarang yang terlalu panas dan tentang teman-temannya disini. Aku coba melihat ke arah kaca kamar mandi, oohh..




















