Sejak kenikmatan itu, aku selalu memuaskan nafsuku untuk terus-menerus memperkosa Mirandaku yang sexy itu. Kenapa Mas menculik saya?” tanyanya“Sudah..!! Bokep Tobrut Miranda yang mandiri ini memang hidup jauh dari Ayahnya di Surabaya. mmpphh.. Kalau enggak aku lakban lagi mulutmu!!” ancamku seraya bersiap-siap merobek lakban..“Jangan Mas.. Aku akan menjadi ayah untuk anakmu”Miranda hanya bisa menangis terisak-isak. Payudaranya yang berukuran 36B itu.. Aku sangat bernafsu saat melihatnya tertidur pasrah terikat di kamarnya. Atau sesekali membiarkannya terikat rantai anjing itu di sebuah pilar yang ada di apartemanku.Jadi tidak selamanya Miranda terikat seperti manakala pertama kali aku culik.




















