Damadji Dan Pengacara, Dihargaiberdua Bersama Mertua

Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah juniorku. Bibirku melumat bibirnya.“Jangan di sini Sayang..!” katanya manja lalu melepaskan sergapanku. Bokeb Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. “Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. Haruskah kujawab sapaan itu? Betul-betul keras. Kuusap sisa cream. Sampai ia selesai mengelap bagian belakang pahaku dan berdiri. Sial. Sial. Seakan sengaja memainkan Si Junior. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Aku menurut saja. Kaki disandarkan di dinding. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. Namun, tiba-tiba keberanianku hilang.

Damadji Dan Pengacara, Dihargaiberdua Bersama Mertua

Actors: Mst Srite