Tak kusangka Ririn sepertinya enjoy melakukannya, padahal dulu dia menegaskan tidak akan melakukannya dengan pria lain. Bokep Hot Pria itu dengan pelan tapi pasti menekan masuk batang penisnya yang jauh lebih besar daripada milikku ke liang vagina Ririn. Awalnya dia tampak kesulitan tapi dengan bantuan tangan Ririn sambil menoleh ke belang, akhirnya penis itu berhasil menghujam vagina istriku. Entah kapan dia kembali, tapi terlihat wajahnya begitu lelah hingga aku tidak tega untuk membangunkannya. Namun demikian fantasi liar itu tidak bisa hilang begitu saja dari benakku. Dalam hati aku merasa marah, “munafik kau Rin, dengaku kau tidak segairah itu dalam bercinta, tapi nyatanya malah menikmati diperkosa dan direndahkan seperti itu”
Namun alih-alih aku menggampar dan memaki-makinya, aku malah memikirkan banyak cara lain untuk membalas ketidaksetiaan Ririn.




















