Aku hitung, semua yang bekerja di rumah ini ada tujuh orang. Bokep Indo “Kerja apa, Nyonya..?” tanyaku langsung semangat. Dan membiarkannya tergeletak di lantai.Mataku seketika jadi nanar dan berkunang-kunang. Perlahan namun pasti aku mulai menekan pinggulku ke bawah. Aku sempat terlunta-lunta, tanpa ada seorangpun yang mau peduli. Sedangkan untuk kembali ke kampung, rasanya malu sekali karena gagal menaklukan kota metropolitan yang selalu menjadi tumpuan orang-orang kampung sepertiku.Seperti hari-hari biasanya, siang itu udara di Jakarta terasa begitu panas sekali. Aku memeluk punggungnya yang terbuka, dan merasakan kehalusan kulit punggungnya yang basah berkeringat. “Apa saja. Sejak malam itu aku kerap kali dipanggil ke dalam kamarnya. Aku merasa seolah-olah sedang bermimpi. Dadaku berdebar menggemuruh tidak menentu. Padahal semula dia sudah putus asa.




















