Bule-bule itu minum dan tertawa, ditemani wanita mereka yang tidak kalah menggelikannya. Vidio Porno “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Ternyata..?Tidak ada yang jelek dari Felly. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Dan ia mulai menduduki penisku. 15 menit dan ia telah duduk kembali di mejanya.Pukul 12.00 waktu makan siang. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Aku juga dapat sebenarnya. “Lo bawa mobil?” Ia menatapku cemas. Kedua tangannya bertumpu di atas meja. Entah apa kurangnya gadis cantik ini hingga aku menyia-nyiakannya. “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak




















