Tapi jangan memperlakukanku seperti orang bodoh. Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Film Porno Jangan buatku kecewa.”
Aku tertawa dan bangkit dari sofa, lalu mendekatinya. Aku mendiamkannya. Aku tertawa melihatnya. Aku terkesiap, sadar kalau pada kenyataannya aku memang terangsang hebat. Ia meraih tangan kananku, dan meletakkannya di permukaan bulu kemaluannya. “Thanks,” katanya sambil tersenyum. Alisnya berkerut, bibirnya setengah terbuka, seolah hendak mengatakan sesuatu. Maaf kalau membuatmu tersinggung. Tangan kanannya lalu turun dan meraih batang kemaluanku yang tegang. Mendesah dan mengerang. Dengan alis berkerut kugelengkan kepalaku. Ia menarik bibirnya, tersenyum dan berkata, “Aku tidak melakukan sesuatu yang salah, bukan?”
Aku tak tahu harus berkata apa. Aku mundur selangkah, berusaha menghindarinya daripada melakukan hal yang tak pernah kusukai saat menyaksikan film-film blue atau mendengar cerita teman-temanku- bahkan membayangkan




















