Sejak itu, Darman berubah, dan Darsih senang dengan perubahan itu, meski tetap saja kesengsaraan mereka masih panjang selama utang-utang itu belum terlunasi. Bokep Mama “Gan…” kata Darsih, hanya itu yang keluar dari mulutnya. “Kenapa bengong?” tanya Juragan Karyadi pada Darsih setengah berbisik, “Ayo lanjutkan!” katanya lagi. Kali ini, sudah tiga minggu lamanya Darman bekerja di sebuah proyek di desa sebelah yang dikerjakan Juragan Karyadi, dan belum sempat pulang menemui istrinya. Mereka punya hutang banyak, ini tak lain dari kebiasaan Darman dulu yang suka berjudi hingga harta mereka habis, bahkan rumah satu-satunya peninggalan orangtua Darsih juga dijual dan akhirnya terpaksa mengontrak. aman?” terdengar suara yang meronda bertanya pada Darsih, rutin seperti itu. Darsih mengangguk, “Hati-hati Juragan, jangan sampai keliatan orang…” kata Darsih. Mereka punya hutang banyak, ini tak lain dari kebiasaan Darman




















