Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Bokep Montok Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. kan belum kawin ?” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. Veggy’nya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman” Maaf Nisa ?”
“Enggak apa-apa ?!”: sahutnya.Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Tak rela rasanya aku kehilangan Anisa. ” Jawabku. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Anisa (




















