Lalu aku kecupi lagi bibirnya, tak lama bibirku mulai menuruni dagunya yang menggantung. Bokep Barat Sava tersedak, spermaku meleler keluar dari mulutnya. Lidahku menelusup liang vaginanya, lalu kembali menjilati sisi-sisi vaginanya. Tubuh dari buah pisang itu ada yang hancur tak berbentuk rupanya. Terjadi suatu moment dimana hanya desiran-desiran nafas yang penuh dengan cinta berbaur menjadi satu, menyampaikan lantunan-lantunan kasih dari jantung yang memainkan irama keindahan.Dan saat inilah, pintu-pintu hasrat terbuka, cinta berubah jadi magnet yang saling mendekatkan dua tubuh yang sedang terbuai oleh cinta. Aku histeris menggoyang-goyangkan tubuhnya.“Tolooonngggg, siapa aja tolonngggg.”Aku beserta orang-orang yang menolongnya langsung membawanya ke rumah sakit terdekat, aku terus membersihkan darah Sava yang masih mengalir. Saat itu dia masih selalu mengeluh atas apa yang Tuhan berikan padanya.




















