Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Meli butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudahan teman tidur.. Saking keseringan aku menghadap keruangannya, aku mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya. Bokep Colmek ohh.. aku keluar ya”, kataku. Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra. “Ibu bener-bener wanita tercantik yang pernah kulihat”, gumamku.Bu Meli kemudian mengikuti aksiku tadi dengan mulai mencopot pakaian yang kukenakan. Oh nikmatnya. Sore hari dikantor seperti tidak ada kejadian apa-apa. Mudah-mudahan bisa berpengaruh di gaji nyari muka nih..hahaha..Sampai suatu ketika, lagi-lagi ketika aku dipanggil menghadap, kulihat raut muka Bu Meli tegang dan kusut. “Andy, ditanya kok malah bengong”, Bu Meli menyenggol lenganku. “Ayo sama-sama aku juga mau”, balasnya disela erangan kenikmatannya. aku diam aja dan hup.bibirnya menyentuh bibirku. Tapi kita jangan pergi bareng, nggak enak sama




















