Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra. Bokep STW dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi.Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.Aneh bin ajaib, Anisa tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Tak sedikitpun waktu yang




















