Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Bokep Family “Ngapain”
“Lihat laut, ngedengerin ombak, ngapain aja deh. Tubuhnya indah. Kunikmati kecantikan wajahnya. Mikha tak sadar, dia memejamkan mata, menikmati asap rokok yang mengepul dan keluar melalui jendela yang terbuka. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Eh dia lebih galak.”
“Dibalas lagi dong. Setelah pagi, baru aku mengantarnya pulang. Tapi tadi katanya ngantuk?”
“Udah terbang bersama asap.” Katanya, tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. “Wawancarai kita dong”, Salah seorang temannya nyeletuk. Celana dalamnya yang berwarna hitam, menerawangkan bulu-bulu halus yang ada di situ. Sampai setengah jam kami hanya berdiam.




















