“Lagi ahh!” ujar mang Narko langsung menjejalkan k0ntolnya kembali. Bokep Asia Ayolah, tunggu apa lagi?”goda mbak Siti terus berusaha menggoyahkan keimananku. Sudah molek, punya kulit putih bening, terus body ne manteb lagi!.” ujar mang Narko merinci satu persatu apa saja yg dimiliki tubuhku yg membuatnya kagum. Uhh! Benda itu berdiri kukuh seakan tengah menunjuk ke arah aku dan mbak Siti. Namun kini yg tersisa adalah rasa lelah dan kantuk. Aku berusaha mencari tahu penyebabnya dengan bertanya pada mang Narko. Ya kan?!”cibir mbak Siti.Mang Narko hanya nyengir malu sambil menggaruk-garuk kepalanya yg tdk gatal karena mbak Siti mampu menebak pikirannya dengan tepat.Sementara aku sendiri tertawa geli mendengar perdebatan kedua suami-istri itu.“Iya sih, Ti. Kalau ada apa-apa kang Narko tanggung sendiri resikonya.”Pembicaraan mereka berhenti sampai di situ. Lalu mang Narko menggeser sedikit posisi




















