Direbahkan kepalanya di bahu kananku, sambil sesekali menyibakkan rambutnya yang panjang hingga lehernya terlihat dan nyaris tanpa batasmenyentuh bibirku. “Yah, udah malam, Vi. Film Porno Wajah Evi langsung cemberut sambul melepaskan tangannya dari gandenganku. Bilapun setiap saat kami bertemu pandang, Evi langsung cepat-cepat menghidari pandangan mataku.Maafkan aku Evi…aku begitu menikmati hari-hari sepiku bersama Tia, juga bersama kamu. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. Aku geser posisi dudukku mendekati Evi. “Thanks ya, Vi”. Rasa bersalah menyelimuti pikiranku..lagi-lagi aku menyakiti perasaannya yang halus. Aku dan Tia berpasangan berdansa sambil mengikuti alunan lagu dari tape recorder.




















