“Uhh.. Mengantisipasi cubitannya yang menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. Bokep Tante nggak seperti biasanya”, tanya Iswani. Setiap baris rencana yang kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yang akan kulakukan.Setiap hal penting yang muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Kuperlambat gerakanku untuk memperpanjang babak ini. Kulihat Iswani duduk didepan meja dan mengeluarkan bungkusan yang berisi beberapa roti basah diatas meja. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. Dalam hitungan menit aku mengalami shock kenikmatan. “Memangnya kamu sudah kenal, Tok?”, tanyanya. “Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya.Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. Kulihat Iswani masih tergeletak dalam keadaan tidur nyenyak di ranjangnya.




















