Wah gimana nih? Akhirnya saya yang memutuskan,
“Hm.. Ruang bokep Handuknya saya simpan,” kata si Mbak locker itu dengan suara yang halus. Sementara itu isteri saya tetap giat mengocok-ngocok burung saya. Lihat deh,” kata isteri saya lagi sambil menatap burung saya. Aduh mak.. Handuknya saya simpan,” kata si Mbak locker itu dengan suara yang halus. Boleh, Lis?” tanya si Nita. Mereka sering pergi sama-sama. Menurut saya sih, mendingan isteri saya.Makanya, sewaktu kenalan sama si Nita ini, saya sama sekali nggak ada pikiran yang macam-macam. Terus si Heru gimana?” tanya si Nita sambil melirik malu-malu ke arah saya.Pada saat itu saya cuma bisa pasrah aja, dan berdoa moga-moga burung saya nggak sampai bangun.




















