Hari berikutnya, para penduduk membeli kayu dan membetulkan kondisi kelas.Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan. Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan.Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak pikirannya, hanya ada sebuah kelas yang hancur dan keprihatian dan kesedihan dan kekecewaan expressi dari murid-muridnya.Xia masuk ke buat salon, berbaring di ranjang yang kotor dan menderita kerja kotor yang kedua di dunia percabulan. Bokep Japan Bulan ke empat, setiap murid mempunyai dasi masing-masing. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru.Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket, pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru.




















