ahh.. XNXX Jepang Beberapa saat kemudian aku merasa mau keluar dan berkata.“Kakk, sebentar lagi mau keluar nih”“Tembak sperma mu dimulut ku ohhh.. Kira-kira jam 9 malam, aku yang sedang membaca tabloid Bola, Kudengar suara ketukan pintu dan ternyata Salsa dan wilona datang dengan memakai baju tidur.“Loh, kalian ngapain berdua kesini malam-malam begini” tanyaku.“Kita cuma mau berterima kasih, tadi kamu hebat” puji Salsa sambil tersenyum.“Boleh kan kita masuk ngobrol-ngobrol sebentar?” tanya Wilona.Aku persilahkan mereka masuk juga mumpung belum ada yang lihat.“Gimana lukamu Fer? ayo sodok aku lebih cepat.. ahhh” katanya lirih.Akhirnya kami klimaks bersama dan kusuruh dia membuka mulut untuk menyemprot spermaku.Cairan putih kental membanjiri mulutnya sampai menetes keluar disekitar bibirnya. Waktu kumasukkan suara tawanya perlahan-lahan berubah menjadi suara rintihan, senyumnya hilang berganti menjadi ekspresi kesakitan.“Hi.. begini sih, terima kasih nya kelewatan




















