Aku takut dibenci. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Bokep HD Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. “Erriik..!! Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Dan lagi, sekarang.. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.




















