Denny langsung saja menyentuh puting payudaraku yang berwarna coklat kemerahan itu dan diplintirnya.“Sstt.. Bokeb Aku bisa mendesah nanti.. Cleckk.. Ouuhhhh Pakkk.” desah Ifa yang terdengar seperti bergetar.“Ouuhh nengg.” desah pak Yadi juga.Karena desahan ini, nampaknya Denny terlihat penasaran dan menggeser tubuh serta kepalanya dan melihat ke dalam ruang arsip, dan karena posisi ini juga tubuh Denny semakin memepet tubuh kecilku.“Ouhh pak.. Entah sejak kapan? Memang dari luar tadi tak terlihat adanya cahaya dikarenakan terhalang oleh lemari yang menutupi ruangan tersebut.Ruang arsip itu terletak persis di samping kiri (barat) ruangan kalau dari pintu masuk (selatan), dengan pintu ruang arsip yang menghadap pada arah matahari terbit, tempat dimana tadi aku berusaha melihat cahaya dari luar namun memang terhalangi oleh lemari besar disamping kanan pintu.Dengan suasana yang sepi seperti ini dan gelap cukup




















