“Ayo kita pulang” aku mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. “Enak Pak.terus.terus” sambil tetap terus menutup mata. Bokep Diana tentu saja tak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Diana tentu saja ikut terlibat dalam transaksi ini. Waktu tangan kanan aku memegang dan menggeser prop USG, entah dari mana mendadak refleks tangan kiri meremas buah dada kanan Diana. Siang itu setelah Diana menjemput barang pesanan tersebut dari jasa courier, sekarang dua wujud menakjubkan itu ada di depan aku. Aku memandang Pak Sebastian, nampaknya dia mengerti kejengahan aku,
“Iya, pak dicoba saja pada Diana, sekalian untuk dicoba untuk melihat telur dan rahim”,
“Tapi.”kata aku.




















