Menyusuri punggungnya perlahan. Rimbunan dedaunan hijau itu mengusir rasa kecewaku. Bokep Colmek Aku udah ga tahan katanya. Jam tanganku kini menunjukkan pukul 17:14. Ia mengecup bibirku dan tersenyum. Boleh tu.. kita berteduh disana aja. katanya sambil mengulurkan tangan padaku. Kurasakan tangan Reni yang dingin bagai tersiram air es. Nomor demi nomor ia coba, namun nihil. isepin pentil aku kak. Akar-akar kering yang menggantung di langit-langit goa itu kuputuskan dengan pisau lipatku. dua-duanya amazing lah pokonya. aku ga tau gimana jadinya kalo ga ada kakak.. Tampak raut muka bersalah terpancar diwajahnya. desahnya. kataku. kata reni. Kata-kata vulgar yang keluar dari bibirnya membuat hasratku untuk menyetubuhinya tak dapat terbendung lagi. Aku memang sangat kedinginan sekarang. ohh iya gapapa lagi nyantai kok nih kataku sambil menyodorkan powerbank yang aku temukan dengan susah payah.




















