Aku terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan ludah. Apalagi kalau novel-novel erotiknya. Bokep Tante Aku menuju kamar. Pak Rochim tak pernah mengambil pembantu lagi. Aku kaget! Kak Tina merapikan bajunya. Sulit sadarnya. Tanda kamu sudah dewasa”. Rasanya nikmat, nikmat sekali. Masih boleh kok. Aku memegang celana pendekku di daerah depan. “Berdiri sebentar, Sapto”. Karena selalu mengisi bak mandi, badanku jadi berisi.Kak Tina selalu membangunkan aku setelah dia memasak air. Tiada lagi teman tidurku. “Ya sudah. Tapi Kak Tina tak pernah mengajakku membaca bersama lagi. Lalu siapa? Kak Tina percaya. Tanda kamu sudah dewasa”. Sepasang putingnya melesak di balik daster tipisnya. Baju kaos itupun tersingkap bagian atasnya, menampakkan dadanya yang kemarin malam aku sentuh. Bau tubuh Kak Tina memang aneh, agak-agak sangit. Aku tak berani bertanya kepadanya.




















