“Iya Pak, ambil beberapa barang dagangan”, jawabku biasa-biasa saja. Bokep Thailand Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku. Malu, benci dan takut bercampur aduk dalam hatiku. Perasaan takut akan terdengar tetangga, ketakutan nama ibuku akan menjadi tercoreng, kecemasan bahwa tetangga akan mengetahui peristiwa perkosaanku, aku hanya berdiri terpaku memandang wajah penuh nafsu yang siap menerkamku. Di kamar mandi aku menangis sendiri, menggosok seluruh tubuhku dengan sabun berkali-kali. Ibu memberiku kunci agar aku bisa masuk rumah dengan leluasa. Bertiga mereka naik mobil dinas Pak Toyo pulang ke rumah mereka. Ada perasaan malu dan takut. Aku sudah berusaha berkali-kali menepis perasaan itu, tetapi selalu saja muncul di benakku.




















