Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.“Papa!”“Rio! Ingin rasanya aku langsung mandi. Bokep Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Bahkan aku menjadi mahasiswi baru primadona di kampus. Kemudian dengan sekali sentakan kasar, ia menarik lepas tali BH-ku, sehingga tubuh bagian atasku terbuka lebar, siap untuk dijelajahi. Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur dengan darah yang mengalir dari dalam kewanitaanku, menandakan selaput daraku sudah robek olehnya. Membuatku meronta-ronta tak karuan.“Urrgh…” Akhirnya Rio sudah tidak dapat menahan lagi gejolak nafsu di dalam tubuhnya. Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.“Aaarrghh… Rio!




















