“yaudah,, ayo dimulai aja”, kataku menyela pembicaraan mereka. Bokep Mom Aku agak kaget juga mendengarnya berteriak seperti itu. Sejak kejadian malam itu, aku sering melihat bayangan Wawan baik di cermin, jendela, ataupun tepat berada di hadapanku. Itulah sebabnya aku tidak mau menerimanya menjadi pacarku, yah aku memang tidak mempermasalahkan wajahnya yang jelek, culun dan jerawatan itu. “silakan masuk Vina”. Setelah sampai, rumahnya sangat seram sesuai dengan dugaanku, aku masuk ke dalam rumah dan betapa kagetnya karena begitu aku masuk keadaan dalam rumah sang dukun sangat berbeda dengan di luarnya. “huu,, dasar, oh ya mbah, nanti saya hamil gak nih ama Mbah?”. Tomang si berbadan besar mendekatiku yang duduk tanpa berbusana di tengah-tengah ruangan dari arah kananku, sementara Cuprit yang berbadan kurus mendekati dari arah kiriku.




















